Kamis, 23 Agustus 2012

Apakah Alam Semesta berawal?

Pada suatu kesempatan, Michio Kaku, profesor fisika guru besar yang mengajar beberapa Universitas ternama AS, menceritakan pengalaman masa kecilnya ketika ia sempat dibuat bingung dengan beberapa hal dalam kepercayaannya, saat menghadiri sekolah minggu; ia pernah bertanya kepada guru sekolah minggunya, "Apakah Tuhan punya ibu?" Sang guru pun menjawabnya dengan ragu-ragu, bahwa Tuhan mungkin tak punya ibu. "Lalu dari mana Tuhan datang?" dan sang guru pun tak dapat menjawabnya, lalu berkonsultasi kepada pastoral tentang pertanyaan seperti itu.

Tanpa disadari secara tak sengaja ia telah menanyakan pertanyaan yang paling mengganggu dalam teologi. Ketika itu ia bingung, karena dalam Budhisme [kepercayaan leluhurnya] Tuhan tak pernah ada selain alam semesta yang tanpa awal dan akhir. Kemudian ketika ia mulai mempelajari berbagai pengetahuan mitologi, ia jadi tahu bahwa ada dua paham kosmologi yang dikenal oleh agama-agama, pertama bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan pada suatu ketika, dan kedua bahwa alam semesta selalu ada tanpa mengenal awal dan akhir.

Dan Michio Kaku berpendapat, tak mungkin benar dua-duanya.


Selasa, 21 Agustus 2012

Opening verse

The poet only asks to get his head into the heavens. It is the logician who seeks to get the heavens into his head. And it is his head that splits.
-G.K. Chesterson.

------------------------------------

Sang Penyair diberi ilham menyelami alam semesta. Sang Pemikir-lah yang membawa alam semesta ke dalam pikirannya. Meski pikirannya kesrimpet.
-Totodigi [translation]